NEWS UPDATE :  

Berita

AKSI PEDULI GEMPA LOMBOK [ SDS MUHAMMADIYAH II JAKARTA ]

Saat ini saudara-saudara kita yang ada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat sedang berduka. Sejak Minggu pagi, 29 Juli 2018 sampai tanggal 10 Agustus 2018 telah terjadi gempa bumi sekitar 450 kali. Gempa bumi yang awalnya dengan kekuatan 6,4 pada skala Richter (SR) hingga puncaknya pada tanggal 5 Agustus 2018 sebesar 7 SR. Gempa terbesar tersebut dirasakan di seluruh pulau Lombok, Pulau Bali, Pulau Sumbawa, Pulau Madura, Pulau Sumba, Pulau Flores, bahkan Pulau Jawa bagian timur.


Gempa tersebut telah merusak banyak bangunan pada daerah yang terdampak gempa. Kerusakan yang paling parah terdapat di Pulau Lombok sebagai pusat gempa. Gempa bumi telah memporak-porandakan sebagian besar wilayah Lombok. Ribuan rumah mereka rusak. Harta benda mereka habis. Bahkan, ternak dan sawah pun habis terdampak gempa. Tidak sedikit sarana ibadah dan fasilitas umum lainnya rusak parah. Rumah ibadah, rumah sakit, perkantoran, jembatan, dan sekolah rusak. Jaringan telekomunikasi dan listrik pun mengalami kerusakan. Jumlah kerugian akibat gempa tersebut mencapai trilyunan rupiah.


Korban akibat bencana tersebut terus bertambah. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sampai saat ini warga yang dinyatakan meninggal sekitar 300 orang. Anak-anak menjadi yatim, piatu, bahkan yatim piatu. Bahkan orangtua kehilangan anaknya. Ribuan orang mengungsi.


Di tengah-tengah warga yang menderita, terdapat orang yang jahat. Mereka justru memanfaatkan kesempatan untuk menjarah harta benda milik korban. Rumah yang ditinggal pemiliknya mengungsi, dijarah. Toko-toko yang rusak juga tidak luput dari jarahan mereka. Sungguh, mereka tidak punya rasa kasihan. Mestinya mereka membantu mengamankan harta benda milik korban. Bukannya malah menjarahnya. Akhirnya, sebagian warga bergiliran untuk menjaga harta benda milik korban yang tersisa.


Sejak awal terjadi gempa, banyak pihak yang turut serta membantu para korban. Banyak relawan dan komunitas memberikan bantuan. Mereka tidak hanya dari wilayah tersebut, namun datang dari berbagai penjuru negeri. Bantuan yang datang berupa tenaga, pikiran, bahkan materi. Bantuan terus mengalir. Namun, masih ada beberapa daerah terisolasi belum menerima bantuan.


Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kami juga ikut berduka. Dalam apel pagi kemarin, kami mengetuk hati warga sekolah untuk menumbuhkan rasa empati. Kami mengimbau para siswa untuk ikut serta merasakan derita saudara-saudara kita di Lombok. Ibaratnya seperti tubuh. Jika ada anggota tubuh yang sakit, seluruh badan juga merasakan sakit. Bagamana mungkin kita enak-enakan berpangku tangan. Sementara ada saudara kita sedang mengalami musibah. Mereka sedang mengalami ujian dari Allah yang sangat berat.


Anak-anak yang ada di Lombok tidak bisa bersekolah. Sekolah mereka roboh. Perabotan sekolah rusak. Buku-buku tertimbun tanah. Seragam mereka sudah terkubur tanah. Bahkan sepatu, buku, tas, semuanya tiada. Di sini kami harus bersyukur. Anak-anak bisa bersekolah tanpa dihantui rasa takut akan terjadi gempa susulan. Sementara mereka di sana terus merasa was-was jika terjadi gempa susulan.


Kita bayangkan, bagaimana seandainya kita yang mengalami musibah tersebut. Tentu akan mengalami trauma, sedih, menderita, lapar, kedinginan, tidak bisa bersekolah. Untuk itu, kita harus turut serta merasakan kepedihan mereka. Sisihkan uang saku untuk kita sumbangkan kepada mereka. Sedikit bagi kita, sangat berharga bagi mereka. Besarnya sumbangan tidak ditentukan. Yang penting menyumbang dengan diikuti rasa ikhlas karena Allah. Apa yang disumbangkan akan dibalas oleh Allah dengan balasan yang lebih baik. Selain itu para siswa juga bisa menyumbangkan pakaian layak pakai untuk para korban.


Usai Pembacaan Doa Pagi (Al-Masurat) , kami kembali mengingatkan, bahwa hari ini mereka diminta menyumbangkan sebagian uang sakunya. Para siswa-siswi SDS Muhamadiyah II Jakarta ada yang menyumbangkan uangnya langsung ada juga yang dikordinir oleh Wali Kelasnya. Mereka secara bergantian memasukkan sumbangannya di Box  yang sudah disiapkan. 


Dan Alhamdulillah total penggalangan dana Aksi Peduli Gempa Lombok terkumpul Senilai Rp. 3.598.500,-. Selanjutnya sumbangan yang terkumpul langsung diserah terimakan kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kramat sebagai panitia dari kegiatan tersebut, untuk disalurkan kepada para korban Gempa di Lombok.



Kami merasa bangga melihat antusiasme para siswa. Mereka sangat bersemangat untuk menyumbang para korban. Ternyata mereka mimiliki kepedulian yang cukup tinggi. Rasa sosial, solidaritas, empati, peduli kepada sesama memang harus ditanamkan sejak dini. Harapan kita, kelak setelah dewasa anak-anak sudah terbiasa dengan karakter yang baik.


Semoga apa yang kami lakukan bermanfaat untuk para korban gempa di Lombok. Demikian juga, semoga musibah tersebut dapat memperkuat rasa nasionalisme bangsa Indonesia. Peristiwa tersebut juga bisa membentuk karakter bangsa agar lebih baik lagi. Mengingat, akhir-akhir ini karakter bangsa sudah mengalami degradasi akibat berbagai faktor.

berita
NEWS UPDATE :  
Kalender Pendidikan

Desember 2021

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31
PPDB Online
Pengumuman UN
Media Sosial
 Facebook Blogspot Instagram